06/25/2019
    826 KALI DIBACA

    Aliansi BEM Lampung Gelar Aksi ke Gedung DPRD

    Aliansi BEM Lampung Gelar Aksi ke Gedung DPRD

    BANDAR LAMPUNG — Aliansi Mahasiswa kawal pemilu kembali melakukan aksi digedung DPRD provinsi Lampung dalam momen Hari Kebangkitan Nasional dengan mengangkat tema khusus yakni Evaluasi Pemilihan Umum tahun 2019. Senin, (20/05/2019).

    Aksi ini diikuti oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari Aliansi Mahasiswa Kawal Pemilu yang tergabung dalam Aliansi BEM Lampung (ABL) pada pukul 10.00 WIB s/d 15:20 WIB.

    Aksi ini mendapat sambutan cukup baik dari pihak DPRD Provinsi Lampung dengan diizinkannya seluruh masa aksi memasuki ruang rapat komisi DPRD provinsi Lampung. Dan melakukan diskusi secara langsung dengan komisi 1 DPRD provinsi Lampung.

    Adapun tuntutan yang diajukan dalam aksi kali ini adalah,

    Pertama, Mendesak pemerintah agar membentuk tim Independen bersama mahasiswa dalam menyelesaikan laporan dugaan kecurangan pemilu.

    Berikutnya, Mendesak dibentuknya tim independen utuk mengevaluasi pemilu dari presfektif medis agar korban jiwa akibat proses demokrasi tidak terulang.

    Terakhir, Mendesak DPR sebagai lembaga legislatif untuk melakukan evalusi terhadap Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

    Dalam aksinya kali ini, terjadi diskusi yang cukup panjang antara mahasiswa dan komisi 1 DPRD provinsi Lampung untuk menyetujui semua tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa.

    “Adanya keinginan bersama yang selaras antara Mahasiswa dan DPRD provinsi Lampung dalam mengawal proses pra, pelaksanaan dan paska dalam menyelesaikan permasalahan pemilihan umum 2019 yang terindikasi terjadinya kecurangan” Jelas Fajar Agung Pangestu Koordinator Politik dan hukum Aliansi BEM Lampung.

    Bambang selaku anggota komisi 1 menjelaskan pihaknya mendukung kegiatan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi nya sebagai bentuk kepedulian generasi penerus bangsa terhadap permasalahan bangsa ini.

    “Aksi ini merupakan salah satu bentuk kekonsistenan mahasiswa dalam mengawal pesta demokrasi, karena aksi sebelumnya telah dilakukan di KPU provinsi Lampung dan juga bawaslu Provinsi Lampung sebagai bentuk peringatan mengenai keadaan dalam proses demokrasi yang tidak sedang baik-baik saja”

    Fajar Agung Pangestu memaparkan bahwa pelaksanaan pesta demokrasi yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 ini patut dievaluasi secara menyeluruh, terkhusus terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi dengan lima surat suara, yang menyebabkan banyaknya petugas KPPS yang kehilangan nyawa, sehingga hal tersebut menjadi evaluasi kedepannya. (Red/Anisya)

    banner 468x60