09/16/2019
    606 KALI DIBACA

    Apakabar KIP Kuliah, Kartu Pra Kerja dan Kartu Sembako, ‘Jurus Sakti’ Jokowi?

    Apakabar KIP Kuliah, Kartu Pra Kerja dan Kartu Sembako, ‘Jurus Sakti’ Jokowi?
    KIP Kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako mulai tahun anggaran 2020-2024. | Twitter

    BANDARLAMPUNG — Pembaca, masih ingat tiga kartu sakti pemikat hati jutaan rakyat pemilih yang jadi senjata andalan presiden dan wakil presiden terpilih produk pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin?

    Apa kabar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako, yang jejak digital konten visual kampanyenya dinilai inspiratif oleh sementara pihak itu?

    Penasaran? Ini dia. Usut punya usut, untuk urusan satu ini presiden dan wakil presiden RI 2019-2024 terpilih Jokowi-Ma’ruf Amin, ternyata enggan disebut cedera janji. Buktinya, ejawantah ketiga kartu sakti itu dan manfaatnya akan mulai dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia pada tahun depan.

    Mengutip penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir secara terpisah, setidaknya kita bisa tahu gambaran umum ketiga program tematik ini.

    Ya, dalam narasi tunggal Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020 (RAPBN 2020), pemerintah merincikan total pendapatan negara sebesar Rp2.221 triliun dan belanja negara sebesar Rp2.528,8 triliun.

    Terkini Rapat Kerja Badan Anggaran DPR dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jum’at, 6 September 2019, menyepakati proyeksi pendapatan negara menjadi Rp2.333,2 triliun (naik Rp11,6 triliun dari RAPBN 2020).

    Jika nanti disetujui dan disahkan menjadi UU APBN 2020, maka upaya pemerintahan baru Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menunaikan janji kampanye dan merealisasikan visi misi dan program kerjanya juga terang benderang dinomenklaturkan dalam RPJMN 2020-2024.

    Mulai 2020 akan terdapat pagu alokatif untuk KIP Kuliah sebesar Rp7,5 triliun, untuk Kartu Pra Kerja sebesar Rp8-10 triliun, dan untuk Kartu Sembako sebesar Rp23,4 triliun.

    Bagi kemajuan Indonesia yang akan segera panen bonus demografi tak lama lagi, maka 3 terobosan progresif akseleran daya saing melalui inovasi dan penguatan kualitas SDM (sumber daya manusia) yang dihela serius pemerintah dan parlemen ini patut dikawal.

    Ingat program beasiswa Bidik Misi? Nah, KIP Kuliah ini ternyata merupakan perluasan dan penyempurnaan program tersebut dan PPA. Mulai 2020, alokasi dari pemerintah untuk anggaran KIP Kuliah sebesar Rp7,5 triliun bagi 818 ribu warga negara Indonesia bagi lulusan SMA/SMK masing-masing sebesar Rp780 ribu untuk bisa mengenyam kuliah.

    Lalu, Kartu Pra Kerja. Ini inovasi kebijakan yang sama sekali baru, disiapkan bagi dua juta pencari kerja baru, alih profesi, maupun korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah akan mengkonsentrasikan pagu Rp8-10 triliun yang disiapkan untuk kegiatan pelatihan bagi angkatan kerja melalui akses reguler dan digital.

    Terakhir, Kartu Sembako. Program ini tak lain penyempurnaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tiga pembeda yang nyata yaitu jumlah penerimanya ditambah jadi 15,6 juta jiwa, besaran bantuan jadi Rp150.000 per bulan per keluarga penerima manfaat, dan jenis komoditas yang bisa dibeli juga bertambah (tidak hanya beras dan telur).

    Sebagai warga negara yang baik, tak ada salahnya bukan jika kita turut mewartakan kabar baik ini kepada siapapun warga yang lain yang berhak memperolehnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya? [red/Muzzamil]

    banner 468x60