2296 KALI DIBACA

Dinsos Tanggamus Pasangi Stiker Rumah Penerima Bansos KPM-PKH

Dinsos Tanggamus Pasangi Stiker Rumah Penerima Bansos KPM-PKH

TANGGAMUS – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tanggamus, akan tempel Stiker dirumah warga yang menerima Bantuan Sosial (Bansos) Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH), Rabu (13/11/2019).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus Zulfadli, melalui Kabid Jaminan dan Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Tanggamus Ismail, mengatakan bahwa Stiker sudah disiapkan, selanjutnya tinggal penempelan saja yang belum ditentukan waktunya karena harus diadakan rapat bersama.

“Stiker ini merupakan sebagai tanda jika warga tersebut menerima Bantuan Kesejahteraan Sosial (BKS), Stiker wajib ditempel dirumah penerima, jika menolak maka dinyatakan mundur sebagai penerima, ”kata Kabid Jaminan dan Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Tanggamus Ismail.

Kabid Jaminan dan Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Tanggamus Ismail, mengaku nantinya akan rapat dahulu bersama dengan seluruh Kecamatan yang berada di Kabupaten Tanggamus, terkait pemasangan Stiker serta pihak Kecamatan, Pekon dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan di Sosialisasikan dulu ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang rumahnya bakal ditempeli Stiker. Stiker merupakan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun sementara ini baru Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penyontengan di kolom Program Keluarga Harapan (PKH).

“42 ribu jumlah Stiker yang ada nanti untuk beberapa Bantuan Sosial (Bansos), sebab kalau untuk Program Keluarga Harapan (PKH) saja tidak sebanyak itu, nanti akan ada perbedaan dikolom yang diconteng,”ujar Kabid Jaminan dan Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Tanggamus Ismail.

Masih menurut Kabid Jaminan dan Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Tanggamus, melalui Stiker itu juga Bantuan Sosial (Bansos) bisa menjadi tepat sasaran, sebab jika warga merasa dirinya mampu tentu tidak bersedia rumahnya ditempeli stiker tersebut, selain itu stiker merujuk kepada penerima Bantuan Sosial (Bansos), jika warga tinggal di rumah kontrakan tetap dipasang, sebagai tanda penghuninya menerima Bantuan Sosial (Bansos), begitu juga jika dia menumpang di rumah orang lain.

“Warga masyarakat sekitar nantinya akan tahu, siapa yang tinggal dan serta merta siapa yang menerima Bantuan Sosial (Bansos), jadi pemasangan Stiker akan merujuk ke penghuninya bukan rumahnya,” tandas Ismail. (rls)