06/25/2019
    946 KALI DIBACA

    Harkitnas 2019, Momentum Bangkit dan Bersatu

    Harkitnas 2019, Momentum Bangkit dan Bersatu

    BANDARLAMPUNG — Bangkit dan Bersatu, jadi tema raya Peringatan 111 tahun Kebangkitan Nasional 2019, jatuh hari ini, Senin (20/5/2019).

    Peringatan Harkitnas bertujuan untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan.

    Juga, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, serta mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi-misi bangsa ke depan dalam bingkai NKRI.

    Beragam kegiatan, upacara bendera, ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP), tabur bunga, bakti sosial, dan dialog interaktif lazim digelar demi khidmat perayaannya.

    Bicara pesan sebagai anak bangsa, demi turut memperingatinya, redaksi menghimpun pendapat sejumlah tokoh ihwal pesan kebangsaan terkait tema raya Bangkit dan Bersatu, di momen sakral 111 Tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 1908-20 Mei 2019 ini.

    Menjawab redaksi, Ketua APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Wilayah II-B Lampung, Ir H Firmansyah Yunialfi Alfian MSc MBA mengungkapkan, untuk bisa bangkit tentu semua elemen masyarakat harus bahu membahu dan bersatu.

    “Tanpa persatuan, tanpa kerja keras, tanpa keikhlasan, maka kebangkitan akan menjadi suatu yang mudah diucapkan, tetapi mustahil untuk diwujudkan,” kata Firman, sapaannya.

    Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya ini menegaskan, Harkitnas harus bisa dijadikan alas momen saling menguatkan.

    “Kita jadikan momentum Harkitnas untuk saling bergandengan tangan. Perjalanan bangsa ini masih panjang,” ajaknya, dihubungi lewat kanal WhatsApp, Senin pukul 10.04 WIB, mengisyaratkan kesetujuannya bahwa Bangkit dan Bersatu, modal utama.

    Sementara, advokat muda progresif, Resmen Kadapi SH MH, saat dihubungi menyampaikan ucapan Selamat Hari Kebangkitan Nasional.

    “Selamat Hari Kebangkitan Nasional. Relevansi hari ini mari kita bangkit dari perpecahan, kebodohan, kemiskinan, mari kita jaga Persatuan Indonesia,” ucap aktivis prodemokrasi Lampung, juga Ketua BPD Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Lampung ini.

    Resmen Kadapi menitip pesan. “Dan (mari) terus menjaga pesan para pendiri bangsa dengan menjaga kebhinekaan yang selalu bersemi di seluruh jiwa raga kita selaku anak bangsa,” tulisnya via WhatsApp, pukul 10.36 WIB.

    Terpisah, redaksi juga meminta pesan serupa dari dua putra terbaik Lampung representasi putra-putri terbaik lainnya, di institusi TNI-Polri. Keduanya, yakni Perdana Menteri Kerajaan Islam Paksi Pak Skala Brak Lampung, mantan Kapolda Lampung yang kini Staf Ahli Sosial Politik (Sahli Sospol) Kapolri Inspektur Jenderal Polisi Dr Drs Ike Edwin SIK SH MH MM.

    Lalu, putra Lampung Sungkai Bunga Mayang, mantan Komandan Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) yang kini Pati (Perwira Tinggi) Ahli Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Bidang Sosial Budaya, Brigadir Jenderal TNI H Amalsyah Tarmizi SIP.

    Sayangnya hingga berita ini diturunkan, keduanya belum kunjung membalas pesan WhatsApp redaksi. [red/Muzzamil]

    banner 468x60