09/22/2019
    1926 KALI DIBACA

    Hidupkan Demokrasi di Desanya, Elemen Pemuda Karang Sari Desak Penundaan Pilkades

    Hidupkan Demokrasi di Desanya, Elemen Pemuda Karang Sari Desak Penundaan Pilkades

    BANDAR LAMPUNG — Seperti terbangun dari mimpi buruk dan menyadari untuk segera menghentikan semua cara-cara yang dianggap tidak prosedural alias tidak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku pada setiap suksesi Kepala Desanya, bahkan disinyalir telah terjadi selama beberapa tahun terakhir. Mungkin inilah yang dirasakan oleh Para pemuda yang tergabung di dalam Gerakan Rakyat Desa Karang Sari (GARAP). Dengan beberapa pernyataan sikapnya, diantaranya penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) setempat, Mereka mengharapkan adanya Demokrasi sesungguhnya di Desa Karang Sari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

    Seperti disampaikan melalui perwakilan tokoh pemuda Karang Sari, Asep Setiawan yang juga Ketua GARAP pada saat memberikan keterangan PERS 21/05 di BallRoom Rumah Makan Begadang V Jln Sukarno Hatta Bandar Lampung.

    Menurut Asep, yang lebih akrab dipanggil Eyos ini, untuk mewujudkan Demokrasi di Desa Karang Dari ada beberapa langkah yang harus dilakukannya bersama-sama warga masyarakat yang lain.

    Adapun yang harus segera dan mendesak dilakukan diantaranya, mendesak Pemerintah Daerah untuk menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa. Karena calon Kepala Desa yang ada tidak mewakili kepentingan dan keterwakilan masyarakat.

    Kedua, menurut Eyos lagi, Masyarakat mendesak pihak penegak hukum untuk segera menangkap seluruh Panitia yang diduga telah melakukan pelanggaran hukum dan diduga tidak netral dalam penyaringan bakal calon kepala Desa, dan terbukti melakukan pungutan yang tidak ada dasar hukumnya.

    Ditambahkannya lebih lanjut, Panitia hanya bekerja untuk kepentingan salah satu calon, sehingga calon lain seperti saudara Musidik dan Saidah dipersulit untuk ikut kompetisi dengan berbagai macam alasan.

    Selanjutnya, masih menurut Asep, Masyarakat harus membentuk Panitia Pemilihan kepala Desa yang baru, yang benar-benar bekerja berazaskan keadilan dan benar-benar Independent.

    Eyos kembali menambahkan, jika semua tuntutan yang dilakukan semata-mata demi tegaknya demokrasi di Desa Karang Sari. Karena selama beberapa tahun ini, masyarakat merasakan demokrasi di desa telah hilang dan hampir punah.

    Masih dalam keterangan Pers nya , Eyos mengajak masyarakat turun ke jalan, Apabila Tuntutan mereka tidak diakomodir oleh pemerintah Daerah.

    “Kami sepakat dengan masyarakat  yang merasakan sama dengan yang kami rasakan, apabila Pemerintah Daerah tidak menunda pemilihan Kepala Desa dan bila tidak mendengarkan aspirasi masyarakat Karang Sari, kami akan melakukan Aksi Kejalan” tegas dia.

    Jumpa pers yang berlangsung dimalam hari tersebut, dihadiri puluhan tokoh dan sesepuh masyarakat yang sependapat dan merasakan hal yang sama dengan yang dialami Eyos, serta dihadiri dua calon kepala desa yang tidak di terima berkas pencalonannya oleh panitia yaitu Saudara Musidik dan Saidah. (Red/Amin)

    banner 468x60