07/21/2019
    436 KALI DIBACA

    Kejagung Monitoring Kegiatan Bhakti Sosial di Kabupaten Tanggamus

    Kejagung Monitoring Kegiatan Bhakti Sosial di Kabupaten Tanggamus

    TANGGAMUS — Dalam Rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakartini ke XIX, Kepala Jaksa Agung (Kejagung) Republik Indonesia memonitoring kegiatan Bhakti Sosial di Kabupaten Tanggamus, Sabtu (13/7/2019).

    Bhakti Sosial tahun 2019 yang mengusung tema “Kegiatan Bhakti Sosial Kejaksaan RI menuju Indonesia Sehat.” Itu diisi dengan kegiatan Bhakti Sosial Operasi Katarak dan PAP Smear, di dua lokasi, yakni RS Panti Secanti Gisting dan RSUD Batin Mangunang Tangggamus.

    Tidak hanya sendiri, kedatangan Kepala Kejaksaan Agung RI H.M Prasetyo juga didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakartini (IAD) Ros Ellyana Prasetyo beserta Dr.Arminsyah.MH.M.si (Wakil Jaksa Agung RI),Wilza Yunita(Wakil Ketua Ikatan Dharmakarini Rai),Loeke Larasanti.SH. MH (Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara),Bambang Sugeng Rukmono (Sekretaris Jampitsus), Sartono,SH (Kejati Prov.Lampung), Teti Sartono (Ketua IAD Wilayah Lampung), Warih Sardono (Kejati DKI Jakarta),

    Kedatangan rombongan yang tiba sekira pukul 10.00 WIB tersebut disambut langsung oleh David Palapa Duarsa SH. MH. (Kajari kab. Tanggamus), Hj,Dewi Handajani.SE.MM (Bupati Tanggamus), Hi.A.M Syafii.S.ag (Wakil Bupati Kab,Tanggamus) Letkol Arh.Anang Hasto Utomo.S.IP. M.Han (Dandim 0424/Tanggamus), AKBP Oct. Hesmu Baroto (Kapolres Tanggamus), Heriansah Lubis (Sekdakab Tanggamus), Dr.Andrias (Dr Kejagung RI), Dr.Welli Stefanus (Kepala Rumah Sakit Panti Secanti), Kejari dan Rombongan Se-Prov Lampung, serta Kepala OPD se-kabupaten Tanggamus dan Camat Se-Tanggamus.

    Dalam laporanya, Kejati Lampung Sartono SH menyampaikan melalui kegiatan Bhakti Sosial yakni operasi katarak gratis tersebut merupakan wujud kehadiran Adhyaksa di tengah-tengah masyarakat di luar dari kesibukan sehari-hari sebagai penegak hukum.

    “Pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini merupakan ide yang dirintis langsung pada masa kepemimpinan Jaksa Agung beserta ibu ketua umum Adhyaksa dharmakartini. Dan selanjutnya jajaran kejaksaan tinggi seluruh Indonesia telah mengimplementasikannya wilayah hukumnya masing-masing,” kata Kajati.

    Kajati mengungkapkan, oprasi Katarak dan pemeriksaan PAP Smear akan dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 13 dan 14 Juli 2019.

    “Adapun tempat pelaksanaanya, operasi Katarak bertempat di Rumah Sakit Panti Secanti Gisting dengan jumlah pasien sebanyak 320 dan kita komitmen tidak membatasi apapun. Sedangkan pemeriksaan PAP Smear dilakukan terhadap 50 orang pasien yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tanggamus,” ungkapnya.

    Pada pelaksanaannya, lanjut Kejarti, operasi Katarak melibatkan dokter-dokter dari Jakarta dan tenaga paramedis sebanyak 11 orang sedangkan untuk pelaksanaan pemeriksaan PAP Smear melibatkan 5 orang dokter dan 5 orang perawat. Dengan seluruh kebutuhan pasien dan keluarga ditanggung oleh panitia.

    “Selanjutnya pasien akan terus didampingi langsung oleh pegawai Kejaksaan dan Tenaga Medis dari tempat asal pasien. Selain itu pasien dan keluarga juga diberikan konsumsi dan administrasi serta akomodasi dan pelayanan gratis dalam rangka perawatan dan penyembuhan katarak nya,” terangnya.

    Sementara itu, Jaksa Agung RI AM Prasetyo dalam sambutannya mengatakan, acara bakti sosial khususnya operasi Katarak mungkin sudah mencapai lebih dari 18.000 orang yang telah ikut kegiatan ini. Mengingat kegiatan tersebut bukan kali pertama diselenggarakan oleh Jaksa Agung dan jajaran di seluruh tanah air.

    “Saya sampaikan bahwa pemerintah kita memiliki peran yang sangat besar dalam kesehatan bagi segenap warga negara hendaknya, pemerintah sejak sekian lama telah mencanangkan program kesehatan nasional melalui BPJS kesehatan, kita semua juga mendukung program itu agar lebih berhasil lagi, supaya program-program pemerintah ini bisa berjalan lebih efektif dan hasilnya lebih maksimal. Karenanya melalui kerjasama antara kejaksaan didukung penuh dengan jajaran dan temen-temen para Jaksa dan dokter yang selama ini demikian setia dan dengan penuh ketulusan selalu bersama-sama kami untuk menyelenggarakan acara seperti ini,” ungkapnya.

    Kejagung mengungkapkan apresiasi dan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara tersebut.

    “Kami juga pernah menyelenggarakan kegiatan yang sama di beberapa daerah seperti di Bengkulu Selatan dan Sumatera Utara bahkan hampir semua Provinsi di seluruh Indonesia, dan ternyata masih banyak sekali yang perlu kita berikan bantuan. Kita menyelenggarakan acara seperti ini merupakan langkah-langkah untuk bagaimana kita ikut membantu memecahkan masalah sosial bagi para penderita gangguan mata atau penglihatan, tes IVA pemeriksaan dini kanker serviks, PAP Smear untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyakit yang banyak diderita oleh kaum perempuan yang kalau dibiarkan sangat membahayakan,” ujarnya.

    Kejagung mangaku, tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, untuk sedikit merubah stigma dan anggapan bahwa kejaksaan yang selama ini hanya menangkap orang menahan dan menghukum orang saja tetapi juga bisa melakukan sisi-sisi kegiatan lain yang bermanfaat bagi sesama.

    “Semoga atas apa yang kami lakukan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan tentunya akan mendekatkan hubungan masyarakat dengan kejaksaan. Saya ingin sampaikan bahwa di tengah keberagaman kita ini lah kalau kita keluar dan kita kemas dengan baik akan menjadi sebuah kekuatan yang besar untuk membangun bangsa kita ini,” akunya.

    Lebih lanjut Kejagung mengungkapkan, patut disyukuri dengan memiliki keberagaman kita bisa menyatukan diri kita untuk kepentingan masyarakat Bangsa dan Negara. Harapannya apa yang telah dilakukan akan memberikan manfaat tambahan, setidaknya akan mengurangi dan ikut membantu menyelesaikan masalah sosial di tengah masyarakat.

    “Kegiatan ini merupakan kewajiban moral kami untuk berbuat disini meski pun mestinya bisa lakukan lebih awal dan nanti kalau masih ada pasien lain yang memerlukan penanganan yang sama kami tentunya akan bersedia untuk datang lagi,” tutupnya. (Rls)

    banner 468x60