06/25/2019
    746 KALI DIBACA

    Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren Dan Cendikiawan Muslim Se- Sumatera Selatan Gelar Puasa Bersama

    Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren Dan Cendikiawan Muslim Se- Sumatera Selatan Gelar Puasa Bersama

    Palembang- Guna menjaga stabilitas perdamaian Pasca Pemilu 2019 yang telah berlangsung pada 17 April kemarin, Ketua PBNU Sumatera Selatan, Heri Candra menggelar Multaqo ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren dan Cendikiawan Muslim Se-Sumatera selatan di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Minggu (19/05/2019)

    ” kami PBNU sumsel dalam rangka mengajak ulama, haba’in dan cendekiawan muslim yang ada di sumsel untuk bersama-sama menenangkan masyarakat untuk tidak terprovokasi,” ujarnya.

    Menurut Heri, Proses penyelenggaraan Pemilu sudah ada lembaga Independent seperti Bawaslu dan KPU RI yang menjalankannya, Jadi masyarakat khususnya Sumsel agar tidak terpengaruh dan terprovokasi untuk melakukan People Power.

    ” Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak people Power yang inkonstitusional, People Power sudah selesai saat kita Datang ke TPS untuk memilih pemimpin kita. Tinggal menunggu hasil dan kita menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan,” jelasnya di sela-sela acara yang dihadiri sekitar 500 undangan yang hadir.

    Senada juga disampaikan Cendikiawan muslim Prof. Sirozi, Pihaknya menegaskan bahwa saat ini bangsa Indonesia yang menurut statistik masih 82 persen beragama Islam sejak era demokrasi tengah dihadapkan pada ujian yang cukup berat sejak bangsa ini menerima demokrasi sebagai sistem pemerintahan.

    Dan ujian ini sebagai momentum jika kita lulus maka kita akan menjadi bangsa yang super power yang besar, dan jika kita gagal maka bangsa kita akan hancur lebur yang mungkin saja kita menjadi Rusia, Syria.

    “Maka ditengah persoalan ini kita fokus terhadap solusi, saatnya bangsa kita ditunggu kontribusi untuk memberikan solusi, dan saat ini berbagai komponen bangsa masih suka membesarkan permasalahan, dan di forum ini kita fokus mencari solusi terbaik dan kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” jelasnya.

    Menurutnya, solusi yang sangat fundamental adalah bagaimana kita memperkuat tali persaudaraan kita yang bukan hanya sebagai teori retorika yang menjadi hanya omongan saja maka kita harus tegas.

    Saat ini fitnah hoax disebarkan kemana-mana dan ada ego serta kepentingan sesaat. Baginya pemilu adalah sebuah sistem saja dan siapapun yang jadi presiden kalau masyarakatnya masih begini maka tidak ada perubahan.

    “Mari kita merubah pola pikir kita dan jangan kita habiskan tenaga kita untuk pilpres saja karna bangsa indonesia saat ini juga kita dihadapkan dengan permasalahan ekonomi, dan pendidikan kita harus perbaiki juga , jangan sampai semua terfokus  hanya dengan permasalahan presiden saja,”tandasnya. ( Andre)

    banner 468x60