2286 KALI DIBACA

Pelantikan Presiden Lancar dan Aman, IPW Apresiasi TNI-Polri dan Intelijen

Pelantikan Presiden Lancar dan Aman, IPW Apresiasi TNI-Polri dan Intelijen
Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW), Neta S Pane. (Foto Dokumen Pribadi)

Oleh: Neta S Pane *)

IND Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada TNI, Polri, dan intelijen yang berhasil membuat acara pelantikan Presiden Jokowi di Gedung DPR MPR Jakarta berjalan lancar dan aman, padahal sebelumnya Papua dan Jakarta sempat dilanda aksi demo yang berujung dengan kerusuhan dan aksi pembakaran.

Keberhasilan ini tak terlepas dari kerjasama dan koordinasi yang tinggi di jajaran aparat, dalam mengunci kantong kantong radikalisme yang sempat mengancam akan melakukan aksi demo serta berniat menggagalkan acara pelantikan presiden.

Di sisi lain, menjelang pelantikan presiden Polri sangat agresif memburu kantong kantong terorisme dan menciduk pihak pihak yang berpotensi menebar aksi teror di ibukota.

Memang menjelang pelantikan presiden, Polri melakukan “pagar betis” di berbagai tempat Situasi ini harus dilakukan Polri agar jajaran kepolisian benar-benar menjamin keamanan masyarakat, terutama di ibukota Jakarta. Tujuannya, agar puncak acara Pilpres 2019 itu benar benar aman dan sukses.

Jaminan keamanan ini sangat dibutuhkan masyarakat luas karena di sepanjang proses Pilpres 2019 negeri ini diwarnai konflik, kerusuhan, amuk massa, dan teror. Tentunya siapa pun tidak ingin “penumpang gelap” bermunculan dan beraksi membuat kekacauan saat pelantikan presiden. Sebab itu jajaran kepolisian super aktif melakukan berbagai razia untuk melakukan deteksi dan antisipasi dini.

Selain itu polisi juga melakukan berbagai penangkapan terhadap kelompok yang diduga teroris, kantong kantong radikal terorisme juga disapu bersih agar mereka tidak menjadi “penumpang gelap” yang membuat kekacauan saat pelantikan presiden.

IPW menilai, sejauh ini operasi cipta kondisi yang dilakukan Polri bersama jajaran intelijen masih dalam koridor SOP untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat luas. Sebab, jika Polri tidak berbuat maksimal dan kemudian terjadi aksi teror dan kekacauan, seperti di sejumlah daerah di Papua, masyarakat juga akan menyalahkan polisi dan menganggap jajaran kepolisian tidak becus memberi jaminan keamanan pada masyarakat luas. (*)

*) KETUA PRESIDIUM IND POLICE WATCH