Jumat , Juni 18 2021
Home / Berita Utama / Megawati Beberkan Sisi Lain Kloning dan Teknologi Maju di Tengah Realitas ‘Penjajahan Gaya Baru’

Megawati Beberkan Sisi Lain Kloning dan Teknologi Maju di Tengah Realitas ‘Penjajahan Gaya Baru’

JAKARTA, (FN) – Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri menyebut teknologi kloning sebagai salah satu perubahan besar yang bisa mendisrupsi kehidupan manusia. Sehingga dibutuhkan kepemimpinan Strategik untuk bisa memastikan hal tersebut justru tak menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaan.

Megawati menilai revolusi di bidang genetika bisa mengubah keseluruhan landscape tentang kehidupan ke arah yang tidak bisa dibayangkan dampaknya. Yakni manakala perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dijauhkan dari nilai kemanusiaan.

“Teknologi rekayasa genetik seperti kloning misalnya, di satu sisi dapat menjadi pendorong kemajuan manusia terutama dalam keamanan pangan dan kesehatan. Namun aplikasi teknologi kloning tanpa landasan etika dan moral, akan membawa dampak yang mengancam kemanusiaan itu sendiri,” kata Megawati.

Hal itu disampaikan Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Jumat (11/6/2021).

Dengan kemajuan dalam penguasaan kode genetik, menurutnya, tidak hanya ketidaksempurnaan alam yang akan dikoreksi. Tetapi juga akan lahir inovasi sel dan organisme buatan yang tidak pernah ada sebelumnya di muka bumi.

Dengan rekayasa genetik, dunia pangan sedang menunggu tanaman super yang lebih produktif, tahan penyakit dan lebih kaya nutrisi. Dengan teknologi yang sama, kemampuan organ manusia dapat ditingkatkan. Sehingga usia harapan hidup manusia semakin meningkat dengan kualitas hidup yang diharapkan lebih baik.

“Namun kesemuanya membawa implikasi yang luas, bahkan menyangkut substansi dasar tentang karya penciptaan, jika manusia tidak diingatkan tentang tanggung jawab sosialnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan,” kata Megawati.

Megawati juga menyampaikan disrupsi lainnya adalah perubahan pada tataran kosmik sebagai bauran kemajuan luar biasa ilmu fisika, biologi, matematika, dan kimia yang menjadi “mata air” bagi kemunculan teknologi baru seperti rekayasa atomik.

Dalam bidang militer, Megawati membeberkan manusia masa kini bisa merasakan dampak dari Revolution in Military Affairs (RMA) yang lahir sebagai perpaduan antara command, control, communication, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance (CSISR).

Menurutnya, di satu sisi, semuanya telah memperhebat perkembangan teknologi ruang angkasa dan persenjataan modern dengan tingkat presisi serta kecepatan. Namun di saat sama juga memiliki daya hancur yang semakin menjadi ancaman serius bagi peradaban umat manusia.

Demikian halnya kemajuan dalam teknologi wireless power, nanotechnology, dan kehadiran Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau yang dikenal dengan teknologi drone. Kesemuanya merupakan bagian dari kelanjutan revolusi teknologi informasi, Internet of Things, Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan), komputasi Cloud, Analisis Big Data, dan lain-lain.

“Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagaimana kini muncul aktor non negara dengan seluruh kekuatan informasi dan data yang begitu kuat, yang bisa mengubah opini dan preferensi secara masif penduduk dunia,” urai Megawati.

Mediafaktanews
Baca Artikel Menarik di LV

About Redaksi

Check Also

Resmi Tersangka, Anji Jalani Assesment di BNNP Jakarta

JAKARTA, (FN) – Penyanyi EAP als ANJ atau biasa disapa dengan nama beken Anji menjalani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.