Rabu , Desember 8 2021
Home / Lampung / Sektor Tanaman Pangan dan Perkebunan Bersinergi dalam Implementasi KPB di Kabupaten Lampung Barat

Sektor Tanaman Pangan dan Perkebunan Bersinergi dalam Implementasi KPB di Kabupaten Lampung Barat

LIWA, (FN) – Dalam rangka menyukseskan program unggulan Gubernur Lampung, Kartu Petani Berjaya, Tim Implementasi Program KPB Dinas KPTPH Provinsi Lampung melaksanakan Rapat Koordinasi Implementasi KPB Sektor Tanaman Pangan dan sektor Perkebunan bertempat di BPP Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Selasa (22/06).

Rapat dibuka oleh Kabid PSP Dinas TPH Kabupaten Lampung Barat, Antoni Zakaria, ST dan dihadiri unsur Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Kasi Pupuk dan Alsintan, Ir. Vieke Sandranita, M.M., unsur dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Ir. Yuliastuti, BNI KCP Liwa, Ade Mirza dari BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Lampung Bambang Purwa.

Dalam kesempatan tersebut Kabid Kelembagaan Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Ir. Yuliastuti menjelaskan bahwa petani sektor perkebunan dalam mengimplementasikan KPB tidak berbeda dengan sektor tanaman pangan dalam hal transaksi penebusan pupuk subsidi, akses pembiayaan KUR, dan asuransi jiwa.

Kepala bidang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang Bandar Lampung Bambang Purwa menyampaikan bahwa BPJS ketenagakerjaan adalah bentuk perlindungan jaminan sosial kepada petani terhadap resiko kecelakaan kerja dan kematian yang dapat diakses baik oleh pekebun maupun petani melalui KPB.

Sementara itu Kasi Pupuk dan Alsintan, Ir. Vieke Sandranita, M.M., selaku anggota Tim Implementasi KPB menyampaikan bahwa melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), jaminan dapat diberikan terhadap kerugian akibat kerusakan tanaman yang disebabkan oleh banjir, kekeringan, serta serangan hama dan penyakit tanaman atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Petani Lampung Barat dan kabupaten lainnya diharapkan segera mendaftarkan usaha taninya, karena AUTP fasilitas KPB preminya gratis bantuan APBN dan APBD.

Menurut Kabid PSP Dinas TPH Kabupaten Lampung Barat, Antoni Zakaria, ST bahwa setelah pertemuan ini akan dilanjutkan dengan implementasi KPB ke Kecamatan lainnya dengan target pada akhir tahun semua petani sudah teregistrasi dan sudah memahami penggunaan aplikasi KPB.

Penyuluh di Kabupaten Lampung Barat yang berstatus polivalen akan sangat mendukung suksesnya KPB baik sektor tanaman pangan maupun perkebunan di wilayah ini.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Mediafaktanews
Baca Artikel Menarik di LV

About Redaksi

Check Also

Perspektif Hukum Tentang Tanah Adat/Ulayat Bagi Masyarakat Hukum Adat

Oleh: Mulyadi Hartono, SH.* BAHWA Masyarakat Adat di Nusantara sudah ada, baik yang bernaung di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.