Jumat , Maret 31 2023
Home / Berita Utama / Soal DPRD Lampung Bentuk Satgas Mafia Tanah, Begini Kata Yozi Rizal
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Yozi Rizal, SH.

Soal DPRD Lampung Bentuk Satgas Mafia Tanah, Begini Kata Yozi Rizal

BANDARLAMPUNG, (FN) – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Yozi Rizal menyebut bahwa ada kesalahan interpretasi dalam pemberitaan media soal pembentukan Mafia Tanah oleh DPRD Provinsi Lampung melalui Komisi I, baru-baru ini.

Menurutnya, bukan membentuk Satgas Mafia Tanah, tetapi sepakat untuk membuat tim kerja penyelesaian sengketa tanah yang ada di Provinsi Lampung

“Ada kesalahan interpretasi. DPRD, dalam hal ini Komisi I bersama Kantah/ATR, bukan membentuk Satgas Mafia Tanah, tetapi sepakat untuk membuat tim kerja dalam rangka mengurai untuk penyelesaian sengketa tanah yang ada di Provinsi Lampung,” paparnya kepada Mediafaktanews.com. Selasa (15/2/22).

Dirinya juga menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan tersebut segera setelah pihaknya dengan para pihak terkait mengadakan pertemuan lanjutan.

“Kapan runingnya, segera setelah ada pertemuan lanjutan,” pungkas Yozi Rizal.

Diberitakan sebelumnya, Menduga ada sindikat mafia tanah yang lebih besar di Lampung, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung membentuk tim satgas mafia tanah. Untuk itu, diharapkan satgas itu bisa membongkarnya.

“Sudah audiensi dengan Kanwil BPN, tinggal pengesahan saja terus jalan,” ujarnya. Senin, (14/2/2022).

Tim tersebut terdiri dari Polda Lampung, Kejaksaan Tinggi (Kejati), Pemerintah dan lapisan elemen masyarakat.

“Komisi I ada kesepakatan secara lisan kepada BPN Lampung untuk membentuk tim pokja (kelompok kerja bersama) yang nanti secara perlahan akan coba kami inventarisasi, mengajak elemen-elemen lain untuk gabung di dalamnya, fokus untuk memberantas mafia tanah,” kata Ketua Komisi I DPRD Lampung, Yozi Rizal.

Pembentukan satgas, terang dia, untuk kepentingan masyarakat. Sebab, sindikat mafia tanah itu menyasar lahan kosong dan tidak dimanfaatkan pemiliknya, sehingga dibuatkan sertifikat palsu.

“Kami gak tahu kalau mafia tanah yang dibungkus korporasi besar. Itu yang perlu dihantam karena ini demi kepentingan banyak orang,” katanya.

Dia juga siap berdialog dengan kelompok tani yang diajukan LBH Bandar Lampung. Sebab, persoalan itu juga banyak merugikan petani. (Junaidi Ismail)

Loading

Mediafaktanews
Baca Artikel Menarik di LV

About Redaksi

Check Also

Liput Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa, Wartawan Fajar Sumatera Merasa Diintimidasi Oknum Brimob

BANDARLAMPUNG, (FN) – Salah satu wartawan mendapatkan intimidasi saat meliput aksi unjuk rasa mahasiswa yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.